Saturday, June 21, 2014

Berkat Tuhan di 2014

Tahun 2014 lagi-lagi merupakan tahun berkat sekaligus tantangan. Berbagai hal, sampai pertengahan Juni ini telah kami alami dan diyakini itu semua bukan atas kekuatan sendiri tetapi atas kehendak Tuhan.

Friday, June 20, 2014

Anak-anak Jungle

Jungle and her kids, born 13 April 2014: Brussel, Cleansel, Gratel, Hansel, Slipper.

Wednesday, January 22, 2014

Ketemu Oplet di Jalan Tol

Sebuah mobil jaman "baheula" yang dikenal dengan nama oplet, ketemu melaju di jalan tol Pasirkoja-Cileunyi. Mobil yang bermerk Morris ini melaju dengan kecepatan diatas 120km/jam. Luar biasa ...

Friday, November 22, 2013

BERKAT, TUNTUNAN DAN PERTOLONGAN TUHAN SELAMA SAME 2013: SEBUAH KESAKSIAN

Menjelang akhir waktu pelaksanaan SAME 2013 saya di University of Skövde Swedia, sekitar 3 hari lagi, saya ingin menyampaikan kesaksian tentang bagaimana tuntunan dan pertolongan Tuhan selama saya menjalani program ini.
  • Perjalanan yang lancar.
  • Tempat tinggal yang sesuai.
  • Lokasi kerja yang nyaman.
  • Kehidupan rohani yang terbangun.
  • Kemampuan untuk berkarya dan bertahan hidup
  • Teman-teman baru yang baik.
  • Menikmati 3 musim dan kesempatan jalan2
  • Pertolongan dan Berkat Yang Nyata, Takberhingga dan Tiada Henti

Monday, November 18, 2013

Ibadah Minggu 17 November 2013

Ibadah di Pingst Kyrkan Skovde (http://skovdepingst.se/) hari ini cukup menarik karena acara yang bervariasi. Diawali dengan pujian pembukaan How Great Thou Art melalui alunan Trumpet dan Saxophone. Lalu pujian dipimpin oleh tamu dari Gereja Baptis. Lalu ada tamu dari para pelayanan motoris (geng motor tapi pelayanan) yaitu Tribe of Judah Motorcycle Ministries (http://www.tribeofjudah.com). Kotbah diberikan oleh hamba Tuhan dari Stockholm, berbicara cukup keras tentang bahaya gerakan New Age (http://carm.org/new-age-what). Diakhir ibadah ada beberapa yang minta didoakan. Cukup menarik, membuka mata rohani serta menyegarkan iman.

Sunday, September 29, 2013

Tidak Ada Kejadian Tanpa Ada Penyebabnya

Kisah Yunus memiliki perspektif yang berbeda-beda, bergantung dari mana kita memandang permasalahannya. Apabila dilihat dari sudut pandang Yunus, kita tahu bahwa ia telah melalaikan perintah Tuhan sehingga Tuhan membiarkan dia berada di perut ikan selama 3 hari. Namun apabila kita lihat dari sisi perahu yang ditumpangi, kita bisa melihat kenapa perahu itu bisa terombang-ambing? Itu karena Yusus bukan begitu ? “Akulah alasan mengapa badai ini terjadi. Campakkanlah aku ke dalam laut, supaya badai menjadi reda” (ay. 12). Nah sampai disini kita fokuskan kepada pernyataan Yunus bagian pertama. Karena Yunus berdosa maka Tuhan mengirim badai. Karena ada dosa maka ada badai. Tentunya Tuhan mutlak punya cara menurut kehendaknya untuk mengingatkan kita apabila kita berbuat dosa.

Sebagai orang beriman kita harus menyadari bahwa hidup kita sudah berada di tangan Allah dan Ia sangat mengasihi kita. Ia juga sangat membenci dosa terlebih dosa yang dibuat oleh anak-anakNya. Ia ingin mengingatkan supaya kita kembali ke jalanNya apabila jalan  kita mulai melenceng keluar dari rencanaNya. Nah disini kita perlu menyadari, Allah punya berbagai cara untuk mengingatkan anakNya, mulai dari hal yang lembut dan menyenangkan atau sebaliknya dengan hal yang keras dan menyakitkan.

Untuk itu kita perlu melihat diri kita lebih dalam, apabila masalah datang menimpa kta, apakah ada dosa atau kesalahan yang dibenci Allah sehingga ia ingin menegur kita dengan caraNya sendiri? Atau memang seperti Ayub, kita diuji untuk menunjukkan berapa kuat iman percaya kita kepadaNya? Semua berpulang kepada diri kita dan seberapa erat hubungan kita dengan Dia..

Denna uppsats är skriven vid tiden för den dagen min dotter var på sjukhuset


Saturday, September 28, 2013

Pengalaman Pertama Bersepeda di Swedia (28 Sept 2013)

Tak terasa sudah hampir sebulan saya berada di Skövde Swedia. Pada hari Sabtu ini saya mendapat pinjaman sebuah sepeda yang dapat dipakai secara gratis dari salah seorang penghuni apartemen yang sudah lulus dan kembali ke negaranya. Adanya sepeda tentu seharusmya membuat mobilitas menjadi lebih baik.

Acara pertama adalah bersepeda ke toko barang bekas EricShjälpen. Perjalanan cukup menyenangka. Ternyata toko barang bekas tersebut berada di sebelah toko yang pernah saya datangi di awal kedatangan dengan berjalan kaki. Setelah melihat-lihat dan membeli sesuai dengan yang diinginkan, perjalanan dilanjutkan ke toko makanan Asia dan Thai.

Di toko tersebut terdapat berbagai jenis bahan makanan Thailand yang rasanya cocok dengan rasa dan selera Indonesia. Selain tahu terdapat sayuran dan makanan kering yang diimpor dari negara-negara Asia termasuk Indonesia. Tak dinyana, ternyata ada PETAIIIII. Wah asik nih, niat mau beli tetapi segera diurungkan untuk menjaga akibat-akibat yang ditimbulkan .... he he he.

Mengingat saya sudah mendapat TAHU, maka yang dicari adalah pasangannya tahu yaitu TEMPE. Sayang tidak ada tempe, jadi dicarilah tauge. Sayur ini ternyata agak sukar diperoleh sehingga harus dicari di toko yang lain termasuk bawang daun dan selada.

Perjalanan akhirnya dilanjutkan ke toko yang menjual kunci sepeda. Ternyata tidak ada khusus gembok sepeda, jadi dibelilah gembok biasa yang akan mengikat gembok nomor yang telah ada sebelumnya tapi lupa nomor kombinasi 4 dijitnya.

NAH disinilah pengalaman yang menarik dan mengagumkan. Saya melanjutkan naik sepeda untuk pulang. Ternyata selain menyenangkan dan menghemat waktu, naik sepeda juga membuat bujur sakit dan selangkangan nyeri plus dengkul lemes karena gual-geol. Selain itu angin yang ditembus menjadi besar membuat bersin. Pada saat menyebrang saya mendengar sebuah mobil membunyikan KLAKSON, dimana hal ini sangat jarang dilakukan. Saya mengomel, kenapa saya diklakson, padahal lampu lalu lintas sudah hijau untuk saya. Dan saya melanjutkan perjalanan pulang saya.

Menjelang apartemen, tiba-tiba ada mobil berhenti pas didepan saya dan sesorang keluar kemudian bicara bahasa Swedia sembari tangannya mengulurkan sesuatu.Saya terkejut dan bertanya ada apa ini? Apa saya m,elanggar peraturandi negara orang? Bisa berabe nih, pikiran jelek muncul. O a laaaah. Ternyata dia menyodorkan sebuah dompet dan saya yakin ia ngomong "INI PASTI DOMPET KAMU TADI JATUH DI JALAN DAN SAYA MELIHATNYA. Setelah saya lihat memang benar dan saya sangat beterimakasih kepada orang itu, termasuk bersyukur karena dompet masih ada dan diberikan oleh orang yang BAIK dan JUJUR di SWEDIA. Tack så mycket herrn. Må Gud välsigna er.

Sunday, September 15, 2013

SAME 2013 Berbagi Pengalaman Pribadi

Bukan perkara yang mudah memutuskan mengikuti program SAME 2013. Sebagai seorang kepala keluarga, saya mendiskusikan dengan istri dan anak-anak mengenai rencana ini. Lagi pula kalaupun mau, saya ingin mengambil waktu maksimal yang diijinkan yaitu selama tiga bulan (walaupun hal ini juga menimbulkan sedikit penyesalan mengapa ambil yang 3 bulan ?). Dalam doa saya menyerahkan semuanya kepada tangan Tuhan, apabila ini kehendakNya, semua akan dilancarkan.

Kesempatan SAME 2013 ini adalah kesempatan terakhir saya untuk pergi ke LN dalam waktu yang lama. Karena tahun depan sudah urusan dengan kuliah Karina, dan mungkin skripsi KK. Juga saya sudah semakin tw (apa sekarang ngga ? he he he?, memang telat sih ...).  Kalau SAME 2013 gagal ya sudah ngga usah mimpi pergi postdoc (apapun namanya dan waktunya ....) ke LN.

Waktu demi waktu berlalu seiring dengan pemasukan persyaratan-persyaratan dan tahapan yang dilalui (lihat http://blogs.unpad.ac.id/setiawanhadi).  Selama lebih dari 6 bulan proses berlangsung sampai akhirnya diumumkan bahwa saya bisa mengikuti program SAME 2013 dengan tujuan Swedia dalam waktu 3 bulan. Ada perasaan gembira ada perasaan takut sekaligus kuatir karena meninggalkan istri dan anak-anak serta pekerjaan lain yang bernilai lumayan (buat ukuran saya, bukan sambilan atau ngamen, tapi pekerjaan dengan ijin atasan). Setelah didiskusikan dengan istri dan anak-anak serta keluarga yang lain semua sepakat dan mendukung.

Dalam mempersiapkan keberangkatan Mum begitu perhatian, segala rupa barang dibeli dan disiapkan katanya ini cuman untuk seminggu dua minggu. Persoalan batas berat dan banyak bagasi membuat koper dibongkar berulang-ulang disesuaikan dengan syarat penerbangan. Dan memang yang dibawa sangatlah berat dan merepotkan (walaupun itu buat kepentingan saya dan banyak manfaatnya). Lagipula biaya overweight akan diganti nanti, ya udah dengan sebanyak 4 piece, 2 bagasi 2 cabin, siap dibawa menjelang hari H.

Menjelang hari H,  diawali dengan pertemuan dan syukuran keluarga tanggal 7 September 2013. Pada hari H, tanggal 8 September, keberangkatan dilakukan  seusai ibadah dan  dilepas dengan doa oleh Bapak Gembala serta jemaat, kami berangkat ke Bandara Soetta. Sebelum ke Soetta, kami  menjemput opa di rumah Suharman.

Proses keberangkatan dilalui dengan baik dan keluarga sepertinya biasa saja, termasuk Mum yang kelihatannya tegar. Ini membuat saya yang tadinya kuatir menjadi yakin Mum bisa melalui semua itu selama tiga bulan. Lagipula sudah saya siapkan perangkat komunikasi sehingga komunikasi bisa dilakukan hampir setiap waktu (dengan catatan ada sambungan internet).

Perjalanan ke Swedia berjalan lancar seperti yang direncanakan. Apa yang sudah direncanakan berjalan sesuai dengan kenyataan terlebih ternyata apa yang sudah ada di apartemen sudah lebih dari cukup. Demikian juga keperluan akan toko makanan dan perlengkapan dapat diperoleh dengan mudah setelah melalui eksplorasi dan komunikasi dengan rekan-rekan yang sudah lebih dulu ada (sok kenal dan banyak bertanya he he he).

Demikian juga dengan ibadah. Tuhan sudah atur sehingga saya bisa dapat tempat tinggal yang baik, walaup agak jauh dari kampus, bisa pergi ke gereja yang sesuai (walau dalam bahasa Swedia yang ditranslate). Pokoknya semua sudah diatur oleh Tuhan. Tentunya ini hal yang luar biasa. Dan saya yakin selama saya berharap kepadaNya, Dia tidak akan meninggalkan saya, termasuk juga keluarga (Mum dan Naxs).

Apa boleh dikata, kalau pada saat berangkat saya melihat Mum begitu tegar, ternyata pada hari ketiga Mum bilang dia ngga bisa bobo dan suka nyes di jantungnya hingga ngga bisa tidur dan lemes2. Bahkan Mum minta saya dua bulan aja jangan tiga bulan. Di WA malah bilang udah ngga kuat lagi kalau begini. Wah wah wah ada apa ini? Waktu saya tanya Mum kuatir akan Dad? Dia bilang ngga, jadi apa sebetulnya penyebabnya? Mum juga ngga tahu. Ke Dokter malah diberi obat tidur dan dibilang alam bawah sadarnya aktif .... Apa pula inih ya .... Padahal komunikasi sangat intensif dg Skype, WA, Line bahkan SMS.

Satu hal lagi adalah pengubahan atau sebut saja mengembalikan jam kerja sehingga bisa sinkron dengan di Indonesia. Indonesia dan Swedia beda 5 jam. Swedia lebih lambat, sehingga kalau saya bangun pagi dalam waktu Swedia, waktu di Indonesia sudah jam 11 san, sudah siang.  Jadi saya kembalikan waktu saya ke WIB. Saya tidur jam 6 sore sd jam 12 malam, kerja jam 12 malam sd jam 6 sore, waktu Swedia. Dengan demikian saya bisa ketemu keluarga pagi-pagi dan ngobrol pada waktu malam waktu Indonesia. Secara porsi kuantitatif ya sama aja hanya apakah secara kualitatif baik untuk otak dan fisik hal ini sesuai apa ngga, yaaaah kita lihat saja bagaimana ....

Dari jauh saya hanya bisa berdoa dan berharap Mum bisa mengatasi semua itu. Tanpa obat. Memang saya menyadari beban yang berat untuk mengurus rumah tangga dan kegiatan-kegiatan lain. Dilakukan semuanya sendiri. Belum lagi anak-anak yang memang sedang bertumbuh, KK yang sedang .... dan Ina menghadapi tugas dan ulangan. Wah kasian sekali Mum; ini yang membuat saya bertanya apakah saya salah mengikuti program SAME? Kan sebelumnya sudah berdoa dan meminta petunjuk ? Kalau tidak diridhoi bisa saja  gagal .... Atau .... Atau ... Atau ... Saya juga ngga tahu. Saya juga merasa kemampuan saya tidak ekselen untuk mengikuti program ini tapi yah gimana yah ... sudah tercebur dan harus serius semampunya ....

Inilah beban yang dihadapi saat ini, mudah-mudahan segera dapat diatasi baik persoalan Mum, dan juga aktivitas yang akan saya lakukan untuk memenuhi target program SAME ini. Kita lihat ....



Saturday, May 25, 2013

PENYESALAN MASIH BERGUNA (Renungan Harian 21 Mei 2013)


Sumber:  Herman Elia -- www.renunaganharian.net 

Jawab Yakub kepada Firaun: “Tahun-tahun pengembaraanku sebagai orang asing berjumlah seratus tiga puluh tahun. Tahun-tahun hidupku itu sedikit saja dan buruk adanya, tidak mencapai umur nenek moyangku, yakni jumlah tahun mereka mengembara sebagai orang asing.” (Kejadian 47:9)

Seandainya hidup ini bisa diulang kembali, bagian manakah yang ingin Anda ubah? Bagi saya, ada beberapa peristiwa yang memalukan dan patut disesali. Beberapa dosa masa lalu dan kekalahan fatal ketika berperang melawan hawa nafsu ingin saya hapus dari sejarah hidup saya. Ada pula kesengsaraan hidup yang pernah saya alami akibat kesalahan saya.

Mungkin Yakub juga mengenang masa lalunya ketika Firaun bertanya berapa usianya. Yakub menyelipkan keluhan akan hidupnya yang buruk. Ia pernah secara licik menukar hak kesulungan kakaknya, Esau, dengan semangkuk kacang merah dan membohongi ayahnya untuk mendapatkan doa berkat.Hidupnya terasa pahit ketika ia lari ketakutan dari rumah, ketika istri tercintanya—Rahel—meninggal, anak perempuannya diperkosa, dan Yusuf hilang dan dikabarkan meninggal. Setelah bencana kekeringan yang memaksa anak-anaknya membeli gandum di Mesir, Yakub khawatir akan kehilangan lagi anak bungsunya, Benyamin. Beruntung Yakub sempat menyaksikan anugerah Tuhan yang memelihara diri dan keluarganya sebagai cikal bakal bangsa Israel.

Apakah Anda menyesali bagian-bagian dari hidup Anda? Mungkin Anda tidak sempat lagi memperbaiki hidup yang semakin menyimpang dari angan-angan Anda semula. Tampaknya saat ini Tuhan pun tidak peduli terhadap Anda. Namun, yakinlah bahwa Tuhan memperhatikan penyesalan dan pertobatan Anda. Tetaplah percaya bahwa Tuhan tengah bekerja untuk merajut kembali hidup Anda. Terimalah hasil akhirnya tanpa bersungut-sungut.—HEM

MELAMPAUI PILIHAN TERBURUK KITA SEKALIPUN, 
ALLAH TURUT BEKERJA UNTUK MENDATANGKAN KEBAIKAN 

 Untuk membaca keseluruhan artikel aslinya dari alamat ini.


Thursday, January 12, 2012

Senin, Selasa, Kamis

Senin, Selasa, Kamis Tanggal 9, 10 dan 12, 16, 18 Januari 2012 ...jmbr, brktcht, angr, krstl, kjay

Sunday, January 01, 2012

Selamat tinggal 2011, selamat datang 2012

Tahun 2011 telah dilalui dengan membawa banyak kenangan, pengalaman, permasalahan, suka, duka dan sebagainya. Tahun 2011 adalah tahun dimana saya mengkonsentrasikan diri pada hakekat tugas saya sebagai dosen yaitu tridarma perguruan tinggi. Saya mengajar, meneliti dan mengabdi. Ucapan syukur karena saya punya penelitian walaupun finishingnya kurang sempurna, baik dalam pembuatan laporan kemajuan maupun laporan akhir (dikerjakan hanya 2 minggu ????!!!!). Yang menjadi pertanyaan mengapa harus diujung ? Apakah time management saya kurang baik? apakah terlalu sibuk dengna hal-hal sekunder? APakah masih memikirkan jabatan yang ditinggalkan? Mudah-mudahan di tahun 2012 bisa diperbaiki.

Tahun 2012 banyak hal yang diinginkan. Ada keyakinan positif untuk dapat mengisi tahun 2012 dengan cita-cita. Tahun 2012 menjadi tahun penuh kekudusan, keberkatan, kesuksesan (keberhasilan), kebahagiaan, dan pelayanan. Apakah ini bisa diraih? Kadang-kadang saya ragu. Berbagai keinginan sudah dicanangkan baik untuk kepentingan pribadi, untuk peningkatan kualitas dan sebagainya (par, kam, alto, face, knm, semint, jurint, asol, banpt, serdos, bimbingan, ngajar, nyusul dsb dsb). Ah bisa ngga ya ???

Tubuh jasmani saya dan istri semakin rapuh, anak-anak semakin besar, keinginan dan kebutuhan hidup semakin banyak; ini harus diimbangi dengan kedekatan dengan Tuhan yang semakin intim. Kalau ngga akan jatuh bangun. Melawan keinginan tubuh saja sudah sangat berat ... Satu-satunya yang bisa diandalkan adalah harapan dan keyakinan Tuhan menunjukkan jalan yang terbaik. Walaupun jalan yang baru dan belum pernah dilalui di tahun 2012 masih menjadi misteri namun harus yakin Tuhan akan membimbing dan memberikan kesempatan yang terbaik asalah syaratnya dipenuhi (Yos 3:5).

Bye bye 2011 Welcome 2012 ...

Friday, November 04, 2011

Awal November Yang Hectic

Tanggal 2-5 November direncanakan akan melakukan asesmen lapangan ke Magelang (STMIK Bina Patria tinggal di Hotel Sriti). Mendadak tanggal 1 November ada undangan presentasi usulan penelitian lanjutan fundamental DP2M Di Hotel Sahid Jakarta. Ini membuat saya panik karena tiket sudah dipesan. Kesibukan lain di jurusan adalah menjadi pengusul dan reviewer penelitian jurusan, ini terpaksa ditolak. Terpaksa dilakukan adjustment. Saya minta ke DP2M ijin untuk terlambat, dan untuk partnet di STMIK (pa Yudi) dengan baik hati menyetujui saya pulang duluan. Memang akhirnya di Magelang beres dalam 1.5 hari, dan di Jakarta juga presentasi fundamental berjalan lancar. Dunia terasa kecil karena bertemu dengan teman-teman lain (Pa Dede UNPAD, Pa Anshar UNSRAT). Juga ketir-ketir karena waktu berangkat ke Jogja pesawat merpati MD60 balik lagi ke Bandung karena cuaca buruk, sehingga samapai dimagelang seharusnya jam 3 jadi jam 6. Belum lagi lahar dingin merapi yang memutuskan jalan jogja magelang. Wah ini suatu pengalaman yang sangat luarbiasa. Saya tidak tahu penelitian lanjutan saya bisa diterima atau tidak karena ngga sempat bikin proposal dan laporan, kemudian presentasi yang terbata-bata dan laporan kemajuan yang berisi tulisan orang lain (Reviewer pa Dwi dan Bambang Sugeng ITB). Kita tunggu saja, terus terang saya hopeless karena proposal lanjutan tidak dibuat.

Thursday, August 04, 2011

2011 Penuh Tantangan Namun Yakin Ada Kesuksesan

Tahun 2011 diawali dengan kejadian duka dimana Oma dipanggil Tuhan. Namun keluarga tetap bersatu padu dalam pengurusan dan pengaturan semuanya sehingga lancar dan baik.

Penelitian saya berhasil masuk dan didanai, puji Tuhan. Usulan penelitian 2012 juga dimasukan. KK masuk ke SITH ITB Biologi, Karina masuk ke SMAK 1 BPK. Urusan BAN PT cukup berat namun menyenangkan. Terus juga bisa beli komputer baruHP Touchsmart TM2 dan Samsung Galaxy Tab 10.1. Wah luar biasa berkat Tuhan.

Namun di atas semua itu kami mensyukuri semuanya. Semua dari Tuhan. Walaupun jasmani kami menurun namun iman kami rasakan semakin kuat dan siap. Kami rasakan keintiman begitu dekat dengan TYK, walaupun kami masih tetap suka membandel dan inget yang dulu-dulu.

Kita tunggu berkat Tuhan berikutnya.

Berkat Tuhan di 2010

Tahun 2010 merupakan tahun dimana berkat-berkat Tuhan terus kami nikmati sekeluarga. Berkat bukan diartikan harta benda tetapi juga sukacita dan damai dalam kehidupan kami. Kami tahu rencana Tuhan indah untuk kami.

Agustus 2010 kami meminta mobil, tahun 2010 September Tuhan maha besar memberikan sebuah mobil kota yang memadai untuk keperluan kami. Puji Tuhan.

Walaupun di tahun 2010 diawali dengan situasi keluarga yang muram dimana Oma tercinta mengalami sakit yang membuat keluarga kami, khususnya keluarga istri, mencurahkan perhatian sepenuhnya kepadanya, namun sukacita dan iman serta pengharapan tetap menyertai kami. Tahun 2010 juga anak kami yang pertama berulang tahun ke 17 dirayakan di Tomodachi. Juga ulang tahun Opa ke 75 yang dirayakan bersama di Restoran HK. Selain itu juga bisa mengajak Ema ke Singapura, yang merupakan pertama kalinya Ema bisa ke luar negeri.

Tahun 2010 juga menjadi tahun berahirnya jabatan saya sebagai sekretaris jurusan dan tidak berhasil dipilih kembali. Namun hal itu tidak membuat saya patah semangat karena pekerjaan lain telah menanti. Penelitian mulai diusulkan, ada lowongan menjadi asesor BAN-PT dan lebih fokus kepada kegiatan pekerjaan yang bersifat pendidikan dan penelitian. Dan ternyata, walaupun kehilangan jabatan sekaligus juga tambahan income, ternyata Tuhan ganti sehingga keluarga kami tidak merasakan kekurangan.

Tahun 2010 juga menjadi batu loncatan persiapan anak-anak Ujian Akhir Semester dan persiapan Ina ke SMA dan KK ke Universitas dan mengikuti Bimbingan Test di GO.

Memang di akhir tahun 2010 juga ditutup dengan keadaan yang muram dimana Oma masuk ke rumash sakit Boromeus.

Wednesday, August 25, 2010

Pemeliharaan Tuhan

Bulan Juli 2009 merupakan bulan duka bagi kami sekeluarga. Pada pertengahan juli, tepatnya 19 Juli kami mengalami musibah yang menggentarkan kami. Kami sedih, kesal, marah, bingung dan sebagainya bercampur aduk. Begitu juga mungkin keluarga kami yang lain dan Gembala kami. Saya sendiri menyesali KEBODOHAN saya menimpan uang bukan milik pribadi di tempat yang tidak aman (bukan di bank). Selama beberapa hari kami tidur tidak enak dan memikirkan langkah apa yang harus kami lakukan dalam menghadapi musibah ini.

Jalan yang terbaik yang kami ambil, menyerahkan itu kembali kepada Tuhan, TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil. Terpujilah TUHAN. Saya datang ke dunia tidak membawa apa-apa, pulangpun tidak harus membawa apa-apa, selain IMAN kepada Tuhan Yesus Kristus.

Kami harus mulai lagi merangkak dari awal. Hidup tidak berhenti melainkan akan berjalan terus. Perlahan kami bangkit dikuatkan dengan doa-doa yang terus kami panjatkan memohon hikmat dan petunjuk dari Sang Khalik, sumber segala sumber.

Puji Tuhan ! Tuhan maha memelihara. Berkat Tuhan turun melalui jalan yang tak terfikirkan. Pangkat saya naik ke IV/a, mendapat kesempatan mengikuti sertifikasi pengajar dan LULUS. Bulan Desember kami mendapat hadiah sebuah motor dan banyak berkat-berkat lainnya yang sukar disebutkan.

Walaupun demikian sebagai manusia, kami masih merasakan kekurangan karena kebutuhan yang semakin besar namun berkat yang kami terima senantiasa cukup; Bulan ini, Agustus 2010, kami sedang meminta kepada Tuhan untuk dapat menukarkan mobil. Kami sudah menyerahkan kepada TUHAN apa yang kami inginkan, tetapi kami tahu TUHAN akan memberikan apa yang diperlukan menurut pemandangan TUHAN.